Perahu Penyeberangan di wilayah kabupaten Aceh Barat kini mendapatkan bantuan alat keselamatan berupa pembagian baju pelampung secara gratis dari Dinas UPTD Perhubungan setempat. Pembagian sarana keselamatan ini dilakukan sebagai langkah nyata antisipasi terjadinya kecelakaan sungai dan laut yang merugikan keselamatan jiwa masyarakat pengguna jasa transportasi air. Sungai-sungai besar di Aceh Barat hingga kini masih menjadi urat nadi transportasi utama bagi warga desa terpencil untuk mengangkut barang kebutuhan pokok, hasil pertanian, serta mobilitas harian anak sekolah menuju kawasan pusat kecamatan.

Penyerahan sarana perlindungan pada kendaraan perahu penyeberangan ini disambut sangat antusias oleh para nakhoda kapal dan warga masyarakat pengguna jasa penyeberangan sungai setempat. Sebelum bantuan diberikan, masih banyak pemilik perahu kayu yang beroperasi tanpa melengkapi kapal mereka dengan alat penolong darurat akibat keterbatasan biaya operasional mingguan. Kini dengan diterimanya ratusan baju pelampung standar keselamatan, tingkat keamanan penumpang yang menggunakan modal transportasi sungai tersebut diharapkan dapat meningkat drastis, terutama saat sungai mengalami luapan air deras di musim penghujan.

Petugas dari Dinas Perhubungan juga memberikan pelatihan penanganan darurat serta penjelasan mengenai pentingnya penggunaan alat pelampung secara benar kepada seluruh nakhoda perahu. Pengurus sarana penyeberangan diminta untuk mewajibkan seluruh penumpang mengenakan pelampung sebelum perahu bertolak meninggalkan dermaga penyeberangan sungai. Tindakan ketat ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengedepankan standar keselamatan transportasi perairan di atas kepentingan keuntungan bisnis semata demi menghindari terulang kembali musibah kapal tenggelam di masa mendatang.

Dinas Perhubungan Aceh Barat menegaskan akan secara rutin melakukan inspeksi mendadak ke titik-titik lokasi perahu penyeberangan guna memantau ketaatan penggunaan fasilitas keselamatan tersebut. Nakhoda atau pemilik perahu yang terbukti membandel dan mengabaikan keselamatan penumpang dengan tidak menyediakan pelampung akan dikenakan sanksi tegas hingga pencabutan izin operasional armada. Kepolisian perairan setempat juga disiagakan untuk membantu pengawasan lalu lintas perairan agar seluruh aktivitas transportasi penyeberangan barang dan penumpang berjalan sesuai prosedur standar keselamatan nasional.

Melalui langkah pembagian pelampung dan pengawasan yang ketat ini, keselamatan masyarakat pengguna jasa transportasi air di Aceh Barat dapat makin terjamin secara optimal. Kesadaran para pengelola jasa angkutan perairan akan pentingnya keselamatan jiwa diharapkan terus membaik seiring dengan berjalannya sosialisasi ini secara terus menerus. Pemerintah daerah berkomitmen untuk senantiasa memperbarui sarana penunjang keselamatan transportasi perairan demi mewujudkan layanan angkutan sungai dan laut yang aman, nyaman, serta dapat diandalkan oleh seluruh warga pedalaman.

Kategori: Berita